Kamis, 01 Februari 2018

TERUMBU KARANG

Kamu persis terumbu karang. Ada, berdiri kokoh, tegas bernafas. Namun sayang, rasanya kita menghirup udara yang berbeda. Yang ku hirup adalah udara yang tak terlihat sedangkan yang kau hirup adalah gelembung udara dalam air. Aku hanya dapat menatapmu jauh menebus laut. Kamu ada, tapi bersembunyi. Aku tahu itu takdirmu. Tapi pernahkah kamu ingat aku?
Pernahkah ingat aku, saat menyusuri jalan yang pernah kita lewati?
Atau memang benar, semua hanya untuk dikenang? Masa? Benarkah? Ah kamu hanya terumbu karang. Tegas, kokoh, namun diam membisu.