Elang - Kirana Kejora

No. 234
Judul : Elang
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : Almira Managemet
Cetakan : I, 2009
Tebal : 300 hlm
Novel
Elang adalah sebuah novel roman humanis yang menceritakan tentang kisah
cinta segitiga antara Kejora Padma, seorang penulis novel dengan dua
pemuda kembar fraternal (non identik) Elang Timur dan Elang Laut.
Tidak
seperti hubungan saudara kembar pada umumnya yang hidup rukun dan
memiliki kedekatan emosional yang saling mengikat, Elang Laut dan Elang
Timur hidup dalam suasana penuh persaingan yang mereka lakoni semenjak
kecil. Hal ini menyebabkan hubungan antara mereka tidak harmonis,
masing-masing didominasi oleh perasaan untuk saling mengalahkan satu
dengan yang lainnya. Hal ini terus terbawa hingga mereka dewasa dan
mencintai wanita yang sama, Kejora Padma.
Sayangnya pertarungan
untuk memperebutkan cinta Kejora harus kandas, tak ada yang menang
karena akhirnya Kejora menikah dengan Abi, lelaki pilihan ibunya. Dari
pernikahannya dengan Abi, lahirlah seorang putra yang dinamainya Laskar.
Sayang rumah tangga Kejora tidaklah bahagia, dan ketika Abi meminta
izin Kejora untuk menikah kembali, Kejora memilih untuk bercerai
daripada dimadu.
Walaupun hati Elang Timur dan Elang Laut pernah
terluka karena pernikahan Kejora dengan Abi, namun cinta mereka pada
Kejora tak pernah lenyap. Perceraian Kejora dengan Abi membuka
kesempatan bagi Elang Timur untuk kembali mendekati Kejora, bukan hal
yang mudah karena masih ada Elang Laut yang tetap menjadi pesaing
utamanya. Kejora pun sempat dilanda kebimbangan mana yang akan dia pilih
untuk menjadi ayah bagi Laskar.
Jika hanya membaca sinopsis di
atas tampaknya tak ada yang istimewa dalam novel ini, tapi tunggu dulu,
walau inti ceritanya tampak sederhana tapi dibalik tema utama yang
sederhana ini penulis dengan piawai meramu kisahnya sedemikian rupa
sehingga menjadi sebuah cerita yang menarik dan sarat dengan konflik
diantara para tokoh-tokohnya.
Dari segi penokohan, ketiga tokoh
utama di novel ini tereksplorasi dengan baik. Timur dideskripsikan
sebagai seorang imuwan sejati yang sukses secara materi. Ia tipe pria
yang teguh pada prinsip dan pilihan hidupnya. Cintanya pada Kejora sudah
final dan ia tak terus mengejar Kejora ketika diketahuinya bahwa Kejora
telah bercerai dengan Abi.
Sedangkan Elang Laut digambarkan
sebagai seorang seniman sejati yang setia terhadap jalan hidupnya. Sama
seperti Timur yang tetap mengharap cinta Kejora, demikian pula dengan
Laut, namun selayaknya seorang penyair, ia lebih mengungkapkan cintanya
melalui karya-karyanya, berbeda dengan Timur yang mengungkapkan cintanya
dengan tindakan dan kata-kata yang lugas.
Berbeda dengan
karakter Timur yang terlihat sangat kokoh dan tegas akan pendiriannya
untuk mencintai Kejora, karakter Laut terkesan lemah dan penuh keraguan,
namun cintanya pada Kejora betul-betul mulia Ia mampu mencintai Jora
meski tak harus memilikinya. Inilah cinta dalam level tertinggi yang
mampu mengalahkan egonya.
Kedua bersaudara ini memang berbeda,
namun merekapun memiliki kesamaan, sama-sama setia pada profesinya dan
sama-sama memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungannya.
Kejora
sendiri digambarkan sebagai seorang penulis yang mulai menanjak
kariernya, walau gagal dalam pernikahannya ia tak tenggelam dalam
kepedihan ia bukanlah tokoh yang lemah, Kejora adalah sosok wanita yang
tegar, berani mengambil sikap, bahkan ia berani menanyakan secara
langsung kepada Laut bagaimana sesungguhnya perasaan cinta Laut pada
dirinya.
Sejak dari awal pembaca akan disuguhkan oleh berbagai
konflik antar tokoh-tokohnya. Persaingan abadi antar dua saudara kembar
menjadi hal yang menarik dan rumit karena menyangkut soal cinta. Kejora
sendiri dilanda kegalauan untuk memilih siapa diantara mereka yang
merupakan pelabuhan terkahir hatinya, ia mencintai keduanya, haruskah ia
mengorbankan salah satu pria yang dicintainya?
Dan yang juga
menarik adalah sekujur novel ini tersaji dengan kalimat-kalimat puitis
yang membuai pembacanya. Walau demikian penulis tampak tak terjebak
untuk menggunakan metafora-metafora yang berlebihan yang kadang bisa
membingungkan pembacanya. Dalam novel ini rangkaian kalimat-kalimat
bersayap dan metafora-metafora yang digunakan masih bisa dimengerti dan
dinikmati oleh pembaca awam sekalipun karenanya novel ini saya rasa
memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi karena tersaji dengan indah,
mengalir, mudah dipahami dan enak dibaca.
Plot ceritanyapun
tertata dengan baik perlahan tapi pasti emosi pembaca akan meningkat
seiring dengan meruncingnya konflik yang terjadi antar tokoh-tokohnya
dan mencapai klimaksnya di akhir cerita. Hanya saja ada satu bagian
yang bagi saya sedikit mengganggu yaitu saat menceritakan bagian
kehidupan Elang Laut ketika berada di Lombok..
Bagian ini memang
menarik karena penulis berhasil menangkap landskap alam dan realita
sosial yang ada di Lombok. Namun dengan munculnya konflik-konflik baru
seperti soal demo masyakarat Lombok yang tanahnya yang diserobot oleh
pihak-pihak tertentu, saya koq merasa bagian ini seakan-akan terlepas
dari inti novel ini sehingga terkesan seperti berdiri sendiri.
Setting
cerita yang berlokasi di tiga tempat, Papua, Jakarta, dan Lombok
menjadi nilai tambah sendiri bagi novel ini. Walau tak banyak setidaknya
akan tertangkap realita sosial di tiga tempat tersebut. Melihat cover
novel ini yang menggambarkan panorama pegunungan, tadinya saya menyangka
settingnya akan banyak berkisah di Papua atau tem tempat-tempat eksotis
lainnya, namun ternyata tidak, setting di Jakarta lebih mendominasi,
andai kisahnya lebih banyak di Papua atau Lombok tentunya akan lebih
menarik lagi.
Terlepas dari hal-hal di atas secara keseluruhan
novel yang diangkat dari kisah nyata ini bagi saya tetaplah menarik,
karenanya tak heran jika novel ini banyak diapresiasi dengan baik oleh
para sastrawan-sastrawan tanah air ketika novel ini baru diluncurkan.
Selain itu kabarnya novel ini juga akan segera diadaptasi ke layar
lebar.
Akhir kata novel ini tak hanya menghibur pembacanya, ada
banyak hal yang dapat kita maknai ketika membaca novel ini antara lain
bagaimana kita harus berani mengambil pilihan dalam hidup kita serta
memiliki komitmen untuk tetap setia menjalani kehidupan sesuai dengan
pilihan yang telah kita ambil.
"Novel ini sangat_sangat menginspirasi,dari dasar cerita dan alur yang sangat menarik . saya suka saya suka :) mba kirana I LIKE U"