Selasa, 02 Desember 2014

'' RASAKU ``


Entah kapan aku memulainya
Dulu aku tak pernah merasakan rasa ini
Saat kau mulai jauh
Tak lagi disampingku

Dulu kipikir rasa ini adalah rasa sayangku pada sahabat
Tapi yang ku tau dan baru ku mengerti
Kini Rasaku sangatlah jauh dari yang ku sangka
Aku lemah tanpamu
Berdiri kaku tanpamu
Kau adalah penyaman hidupku
Penggerak hariku
Pengusik keraguanku

Kau buat hidupku berwarna
Seperti menapak awan
Bersamamulah aku berasa hidup dan terbang Jauh menebus langit .

 


By: @upiyanisoraya

Kamis, 27 November 2014

Terima kasih atas kasihmu TUHAN "love Allah"

Aku akan tetap menjalani hari-hariku, menjaga melindungi serta berhati-hati. Hidupku tidak begitu malang, seharusnya aku tetap bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadaku. Aku bukan orang sakit keras,  penyakit Asmaku kadang sering menggerogotiku, tapi aku hebat aku dapat mengatasinya sendiri. Tanpa butuh obat Oksigen yang membosankan itu. Anywell Aku bahkan, masih tetap hidup,masih bernapas,menghirup udara sejuk di pagi hari. Hingga kemudian menjelang malam.
 Sure aku sangat berharap Tuhan selalu menjagaku dengan napasku yang masih ada, badanku yang masih bergerak, aku dapat berputar ditengah hujan, aku dapat berlari sejauh dan semampuku, aku dapat tertawa dikala gurau. Aku dapat tersenyum dikala melihat sesuatu yang menakjubkan .
Aku suka pantai, gunung, danau ,pulau mereka adalah tempat dimana aku dapat berteriak untuk menumpahkan penat-penat dibatinku.  Yang ironisnya menyedihkan, membosankan,mempilukan, dan menyakitkan.
Begitukah hidup?
Perjalanan yang masih banyak menyisakan suatu rintangan.
Usiaku yang seharusnya aku dapat menjalankan masa remajaku dengan hal-hal yamg menyenangkan.
Oh beginikah hidup, Harus Mengatasi dengan rasa Sabar, Hati yang ikhlas,Rasa syukur, serta rasa kedamaian, dan ketentraman .
Mungkin aku hanya akan begitu ya untuk saat ini, tapi nanti Aku percaya suatu hari nanti Tuhan selalu dan mengabulkan segala Mimpi serta harapanku .
Aku akan selalu mencoba untuk berjuang karenamu.
TERIMA KASIH ATAS KASIHMU TUHAN , AKU BERSYUKUR.

Resensi Novel "ELANG" By: Kirana kejora

Elang - Kirana Kejora

No. 234
Judul : Elang
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : Almira Managemet
Cetakan : I, 2009
Tebal : 300 hlm

Novel Elang adalah sebuah novel roman humanis yang menceritakan tentang kisah cinta segitiga antara Kejora Padma, seorang penulis novel dengan dua pemuda kembar fraternal (non identik) Elang Timur dan Elang Laut.

Tidak seperti hubungan saudara kembar pada umumnya yang hidup rukun dan memiliki kedekatan emosional yang saling mengikat, Elang Laut dan Elang Timur hidup dalam suasana penuh persaingan yang mereka lakoni semenjak kecil. Hal ini menyebabkan hubungan antara mereka tidak harmonis, masing-masing didominasi oleh perasaan untuk saling mengalahkan satu dengan yang lainnya. Hal ini terus terbawa hingga mereka dewasa dan mencintai wanita yang sama, Kejora Padma.

Sayangnya pertarungan untuk memperebutkan cinta Kejora harus kandas, tak ada yang menang karena akhirnya Kejora menikah dengan Abi, lelaki pilihan ibunya. Dari pernikahannya dengan Abi, lahirlah seorang putra yang dinamainya Laskar. Sayang rumah tangga Kejora tidaklah bahagia, dan ketika Abi meminta izin Kejora untuk menikah kembali, Kejora memilih untuk bercerai daripada dimadu.

Walaupun hati Elang Timur dan Elang Laut pernah terluka karena pernikahan Kejora dengan Abi, namun cinta mereka pada Kejora tak pernah lenyap. Perceraian Kejora dengan Abi membuka kesempatan bagi Elang Timur untuk kembali mendekati Kejora, bukan hal yang mudah karena masih ada Elang Laut yang tetap menjadi pesaing utamanya. Kejora pun sempat dilanda kebimbangan mana yang akan dia pilih untuk menjadi ayah bagi Laskar.

Jika hanya membaca sinopsis di atas tampaknya tak ada yang istimewa dalam novel ini, tapi tunggu dulu, walau inti ceritanya tampak sederhana tapi dibalik tema utama yang sederhana ini penulis dengan piawai meramu kisahnya sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah cerita yang menarik dan sarat dengan konflik diantara para tokoh-tokohnya.

Dari segi penokohan, ketiga tokoh utama di novel ini tereksplorasi dengan baik. Timur dideskripsikan sebagai seorang imuwan sejati yang sukses secara materi. Ia tipe pria yang teguh pada prinsip dan pilihan hidupnya. Cintanya pada Kejora sudah final dan ia tak terus mengejar Kejora ketika diketahuinya bahwa Kejora telah bercerai dengan Abi.

Sedangkan Elang Laut digambarkan sebagai seorang seniman sejati yang setia terhadap jalan hidupnya. Sama seperti Timur yang tetap mengharap cinta Kejora, demikian pula dengan Laut, namun selayaknya seorang penyair, ia lebih mengungkapkan cintanya melalui karya-karyanya, berbeda dengan Timur yang mengungkapkan cintanya dengan tindakan dan kata-kata yang lugas.

Berbeda dengan karakter Timur yang terlihat sangat kokoh dan tegas akan pendiriannya untuk mencintai Kejora, karakter Laut terkesan lemah dan penuh keraguan, namun cintanya pada Kejora betul-betul mulia Ia mampu mencintai Jora meski tak harus memilikinya. Inilah cinta dalam level tertinggi yang mampu mengalahkan egonya.

Kedua bersaudara ini memang berbeda, namun merekapun memiliki kesamaan, sama-sama setia pada profesinya dan sama-sama memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungannya.

Kejora sendiri digambarkan sebagai seorang penulis yang mulai menanjak kariernya, walau gagal dalam pernikahannya ia tak tenggelam dalam kepedihan ia bukanlah tokoh yang lemah, Kejora adalah sosok wanita yang tegar, berani mengambil sikap, bahkan ia berani menanyakan secara langsung kepada Laut bagaimana sesungguhnya perasaan cinta Laut pada dirinya.

Sejak dari awal pembaca akan disuguhkan oleh berbagai konflik antar tokoh-tokohnya. Persaingan abadi antar dua saudara kembar menjadi hal yang menarik dan rumit karena menyangkut soal cinta. Kejora sendiri dilanda kegalauan untuk memilih siapa diantara mereka yang merupakan pelabuhan terkahir hatinya, ia mencintai keduanya, haruskah ia mengorbankan salah satu pria yang dicintainya?

Dan yang juga menarik adalah sekujur novel ini tersaji dengan kalimat-kalimat puitis yang membuai pembacanya. Walau demikian penulis tampak tak terjebak untuk menggunakan metafora-metafora yang berlebihan yang kadang bisa membingungkan pembacanya. Dalam novel ini rangkaian kalimat-kalimat bersayap dan metafora-metafora yang digunakan masih bisa dimengerti dan dinikmati oleh pembaca awam sekalipun karenanya novel ini saya rasa memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi karena tersaji dengan indah, mengalir, mudah dipahami dan enak dibaca.

Plot ceritanyapun tertata dengan baik perlahan tapi pasti emosi pembaca akan meningkat seiring dengan meruncingnya konflik yang terjadi antar tokoh-tokohnya dan mencapai klimaksnya di akhir cerita. Hanya saja ada satu bagian yang bagi saya sedikit mengganggu yaitu saat menceritakan bagian kehidupan Elang Laut ketika berada di Lombok..

Bagian ini memang menarik karena penulis berhasil menangkap landskap alam dan realita sosial yang ada di Lombok. Namun dengan munculnya konflik-konflik baru seperti soal demo masyakarat Lombok yang tanahnya yang diserobot oleh pihak-pihak tertentu, saya koq merasa bagian ini seakan-akan terlepas dari inti novel ini sehingga terkesan seperti berdiri sendiri.

Setting cerita yang berlokasi di tiga tempat, Papua, Jakarta, dan Lombok menjadi nilai tambah sendiri bagi novel ini. Walau tak banyak setidaknya akan tertangkap realita sosial di tiga tempat tersebut. Melihat cover novel ini yang menggambarkan panorama pegunungan, tadinya saya menyangka settingnya akan banyak berkisah di Papua atau tem tempat-tempat eksotis lainnya, namun ternyata tidak, setting di Jakarta lebih mendominasi, andai kisahnya lebih banyak di Papua atau Lombok tentunya akan lebih menarik lagi.

Terlepas dari hal-hal di atas secara keseluruhan novel yang diangkat dari kisah nyata ini bagi saya tetaplah menarik, karenanya tak heran jika novel ini banyak diapresiasi dengan baik oleh para sastrawan-sastrawan tanah air ketika novel ini baru diluncurkan. Selain itu kabarnya novel ini juga akan segera diadaptasi ke layar lebar.

Akhir kata novel ini tak hanya menghibur pembacanya, ada banyak hal yang dapat kita maknai ketika membaca novel ini antara lain bagaimana kita harus berani mengambil pilihan dalam hidup kita serta memiliki komitmen untuk tetap setia menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan yang telah kita ambil.


"Novel ini sangat_sangat menginspirasi,dari dasar cerita dan alur yang sangat menarik . saya suka saya suka :) mba kirana I LIKE U"

Minggu, 21 September 2014

Engkau menyayangiku , Aku tau !



Lambat laun, langkahku semakin gentar
Berjalan jauh belum memakan waktuku untuk meraih kesempatan
Aku yakin Aku mampu
Hanya, ada banyak hal yang harus ku tempuh dahulu.
Tuhan yang tau Aku memiliki kekuatan atau tidak, karena Aku merasa begitu kuat. Entah kuat apa itu? Namun Aku ragu mengapa aku Masih bisa"Bertahan" Selama ini.
Aku yakin, Tuhan menyayangiku dengan banyak cara.
Agar aku berpikir
Agar aku bekerja keras
Agar aku dapat menikmati rasa syukur yg pernah ada
Agar aku selalu didekat-NYA.

Selasa, 29 April 2014

Cinta itu?

Cinta bukan seperti dunia yang sesaat
Walaupun pernah terluka karena kebohongan
Walaupun pernah bosan karena terluka terus terusan 
CINTA juga bukan seperti lilin yang menyala 
Hingga habis karena meleleh,
Cinta akan terus tumbuh 
seperti pepohonan dan tumbuhan lainnya
Cinta akan terus ada 
Tanpa ujung titik ataupun batas
Cinta akan indah pada saatnya
Hingga mampu bertahan sampai waktunya
hingga berada pada angan harapan 
dan tujuan terakhir .
jangan patah karena terluka sesungguhnya itu hanya ujian !.
semangatlah for you love .

Minggu, 20 April 2014

Memulai waktu baru disetiap caraku bernapas dengan angan :*

Waktu berputar tak terasa sudah sampai 
sampai pada waktu yang setiap hari terulang
sampai pada waktu yang setiap hari terlewati
sampai pada cuaca, udara, angin semilir yang yang disetiap hari berganti bahkan terkadang berganti hujan.
sampai pada pagi, siang,sore, dan malam yang setiap hari berganti,
Aku bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan kepadaku adalah ikmat yang berharga dan sangat berarti untukku. Atas napasku yang terasa seperti mengirit .
Oh Tuhan.. Alangkah kuatnya napasku ini , begitu sangat berguna untuk hal-hal yang ku jalani disetiap hari berganti hari. 

Aku dapat bernapas meskipun tenggelam dalam gelap 
Aku dapat bernapas kuat dengan pekerjaanku setiap hari yang berat
Aku dapat bernapas meskipun banyak rasa luka yang kupendam , bahkan,
Aku dapat bernapas dengan sisa-sisa kenangan yang terbuang .

Tuhan aku sangat bersyukur , Aku memiliki jiwa yang kuat dalam diriku 
Dengan bernapaslah Aku kembali pada harapan, kembali pada impian, kembali pada percaya diri , kembali pada kebahagiaan , kembali pada keberhasilan nyata, dan kembali pada perjuanganku saat itu yang tertunda .
Perjuanganku belumlah berakhir , sehingga aku bertahan dengan napasku yang kuat ini bahkan, aku dapat kembali pada jalan kenyataan . Apakah Tuhan memang memberikanku kesempatan untuk meraih keberhasilan nyata?

 Aku selalu tau, Tuhan selalu menyayangiku , dengan cara-Nya ia banyak mengujiku dengan beberapa hal . Ia mempercayaiku bahwa Aku cukup kuat hadapi itu .
sepiring nasi dan lauk pauk, dengan segelas air putih , terkadang kurasakan saat sendiri .
kerinduan saat saat bersama , menepis pikiranku yang terhening , betapa inginnya aku berada dalam kebersamaan . Entah itu akan sangat jarang , Aku akan selalu menunggu , menggenggam waktu kami untuk kami mempersiapkan kebersamaan .
KELUARGAKU ADALAH HARTAKU , yang ku punya dan untukku perjuangkan setiap hari, setiap waktu , setiap tahun , bahkan sampai napasku diujung waktuku .
Masa depan akan berubah , kita akan memiliki keluarga yang berselisih .
Mungkinkah suatu saat nanti? Napasku masih berjuang , hingga ku memiliki suami, anak serta cucu .

oh Tuhan.. sangatlah berarti , sangatlah bersyukur .
Disanalah waktunya aku dapat akan melihat bagaimana anak-anakku memperjuangkanku dan kami bersama .
Keluarga adalah harta tahta semesta , Tuhan terima kasih atas rahmatmu sangat mulia bagi kami semua  :-)

Jumat, 11 April 2014

CINTA DAN PELUKA PERTAMAKU

 
Tak ada lagi terluka
Tak ada lagi perasaan
Tak ada lagi harapan
Cukup Hari itulah yang menjadi terakhir kali
Terakhir kali Membuatku terluka
Terakhir kali membuatku menangis
Terakhir kali Membuatku Hilang harapan
Kamu yang membuatku mencintaimu
bahkan, Kamulah yang hadir pertama diantara mereka
Tapi, Kamu pula yang membuatku berhenti mencintaimu
Dan, Kamu pula yang pergi terdahulu diantara mereka

Cinta pertamaku Setelah itu Peluka hati pertamaku -_- :'* :'(